Koruptor & Penyakit
22 10 2007
08 : 13
Koruptor adalah orang yang sakit jiwa, atau lebih tepatnya, sakitmoral. Dan justru penyakit seperti itu yang sangat susah dicarikanobatnya. Mau berobat ke wakil rakyat yang tentu karena wibawa dankemampuannya maka rakyat menggantungkan nasibnya kepada mereka, justrumenjadi salah satu pemasok koruptor terbanyak. Ke pemuka agama, memangpaling menjanjikan, tapi ingat ada juga kyai yang nyolong duit rakyat.Kalau ke penegak hukum, lebih baik jangan berharaf biar tidak kecewa.Disana, banyak keadilan justru diperjual-belikan.
Sakitfisik-pun jadi tren bagi koruptor tatkala mau diperiksa oleh aparatpenegak hukum. Ketegaran Pak Harto seakan sirna setelah lengser darikursi Indonesia satu, bahkan seperti kakek-kakek kebanyakan yangdirundung berbagai penyakit tua, tatkala mau di-meja hijau-kan. Sosokyang tegar itu, hilang entah kemana. Yang ada, Pak Harto yang sudahrentah termakan usia dan dirongrong oleh belasan macam penyakit.
Bukancuma Pak Harto, sederet pejabat atau mantan pejabat selalu "sakit"kalau sudah diminta pertanggungjawaban penyelewengan jabatan yangdilakukannya. Seakan "sakit" itu sendiri adalah cara terakhir berkelikterhadap tuntutan hukum. Nurdin Halid misalnya, didera berbagaipenyakit mulai dari yang berat seperti jantung hingga sekedar sakitperut sewaktu di-meja-hijau-kan tahun 2005 terkait masalah impor gulailegal 56.000 ton.
Akhir-akhir ini, Irawady Joenoes yangtertangkap tangan mengantongi Rp.600 juta dan US$ 30 ribu dri FreddySantosa, dirut PT. Persada Sembada. Freddy, berkeinginan tanahnya yangseluas 5.780 meter persegi di Kramat Raya terpilih dibeli KomisiYudisial, tempat Irawady ngantor, sebagai lokasi kantor barunya. Takurung, Pria gaek berusia 68 tahun yang mantan jaksa ini berurusandengan penegak hukum, dan sekaligus terancam tercongkel darikedudukannya sebagai anggota KY.
Ternyata, Irawady pun sudahlihai menggunakan jurus ampuh seorang koruptor, 'sakit'. Dari penyakitjantung, prostat hingga maag akut, diakui semua berkumpul menggerogotikesehatan Irawady. Bahkan konon beliau sempat pingsan di tengah prosespemeriksaan.
Lain lagi dengan Widjanarko Puspoyo, mantanDirektur Utama Perum Bulog, terkait masalah korupsi dan sakit. Iadidudukkan di kursi persidangan karena dugaan korupsi pengadaan sapipotong, menjual beras kepada Ascot Commodities Nv, dan menerima hadiahdalam pengadaan beras impor oleh Perum Bulog. Di ruang sidang yangdisaksikan langsung oleh istri dan anak-anaknya, Widjanarko malahsampai pingsan, jatuh dari kursinya. Akhirnya, beliau dilarikan keRumah Sakit Pusat Pertamina(RSPP). Dengan ditemani beberapa jaksa,namun tak lama kemudian beliau dikembalikan ke LP Cipinang, tempatnyaditahan sejak 20 Maret 2007.
Menurut pengakuannya, beliaumenderita penyakit jantung. Banyak kemiripan dengan penyakit yangsering diderita oleh para koruptor bila sudah disidang di pengadilan.Bahkan lewat pengacaranya, Widjanarko ngotot memohon agar dirawat inap,namun menurut pemeriksaan dokter hanya rawat jalan, akhirnyadikembalikan ke LP Cipinang. Kajari Jakarta selatan mengungkapkan bahwapemeriksaan seluruh tubuh dan syarafnya telah dilakukan, tapi tidakditemukan pendarahan atau sakit apapun. Karena hasil dokter membuktikandia sehat, maka langsung dibawa kembali ke LP.
Berhubungandengan koruptor dan penyakit ini, ada pengalaman yang sangatmenggelikan terjadi di awal tahun 2005 lalu. 12 mantan anggota DPRDBanyumas periode 1999-2004, tersangka korupsi APBD, beruntun jatuhsakit. Terlepas itu memang sakit benaran atau rekayasa, cerita initetap bisa menjadi bahan degalan di terminal ojek. Sakit koq berjamaah.Dan itu setelah ditahan sebagai tersangka kasus korupsi.
Dulu,saat kasusnya di-meja-hijau-kan, Abdullah Puteh pun sempat mengakusakit. Namun setelah diperiksa tim dokter KPK, dia dinyatakansehat-sehat saja. Ternyata buat seorang tersangka kasus penyelewenganuang negara, sakit pun sudah bisa diatur, bahkan kadang terkesandipaksakan.
Pengakuan sakit seorang terdakwa, khususnya kasuskorupsi, tidak boleh langsung dipercayai. "Bisa saja itu hanya trikuntuk memperlambat proses pengadilan", demikian seorang aktivisIndonesian Crruption Watch(ICW) Emerson Yuntho mengungkapkan. "Inisudah menjadi tren", ujarnya.
Jadi...., jangan heran seorangterdakwa kasus korupsi sering sakit-sakitan. Itu memang sudah trend.Artinya, para koruptor sudah berhasil menyandingkan 2 kata jadi serasi,korupsi dan sakit. (af@jkt, 22 Oktober 2007)
Sakitfisik-pun jadi tren bagi koruptor tatkala mau diperiksa oleh aparatpenegak hukum. Ketegaran Pak Harto seakan sirna setelah lengser darikursi Indonesia satu, bahkan seperti kakek-kakek kebanyakan yangdirundung berbagai penyakit tua, tatkala mau di-meja hijau-kan. Sosokyang tegar itu, hilang entah kemana. Yang ada, Pak Harto yang sudahrentah termakan usia dan dirongrong oleh belasan macam penyakit.
Bukancuma Pak Harto, sederet pejabat atau mantan pejabat selalu "sakit"kalau sudah diminta pertanggungjawaban penyelewengan jabatan yangdilakukannya. Seakan "sakit" itu sendiri adalah cara terakhir berkelikterhadap tuntutan hukum. Nurdin Halid misalnya, didera berbagaipenyakit mulai dari yang berat seperti jantung hingga sekedar sakitperut sewaktu di-meja-hijau-kan tahun 2005 terkait masalah impor gulailegal 56.000 ton.
Akhir-akhir ini, Irawady Joenoes yangtertangkap tangan mengantongi Rp.600 juta dan US$ 30 ribu dri FreddySantosa, dirut PT. Persada Sembada. Freddy, berkeinginan tanahnya yangseluas 5.780 meter persegi di Kramat Raya terpilih dibeli KomisiYudisial, tempat Irawady ngantor, sebagai lokasi kantor barunya. Takurung, Pria gaek berusia 68 tahun yang mantan jaksa ini berurusandengan penegak hukum, dan sekaligus terancam tercongkel darikedudukannya sebagai anggota KY.
Ternyata, Irawady pun sudahlihai menggunakan jurus ampuh seorang koruptor, 'sakit'. Dari penyakitjantung, prostat hingga maag akut, diakui semua berkumpul menggerogotikesehatan Irawady. Bahkan konon beliau sempat pingsan di tengah prosespemeriksaan.
Lain lagi dengan Widjanarko Puspoyo, mantanDirektur Utama Perum Bulog, terkait masalah korupsi dan sakit. Iadidudukkan di kursi persidangan karena dugaan korupsi pengadaan sapipotong, menjual beras kepada Ascot Commodities Nv, dan menerima hadiahdalam pengadaan beras impor oleh Perum Bulog. Di ruang sidang yangdisaksikan langsung oleh istri dan anak-anaknya, Widjanarko malahsampai pingsan, jatuh dari kursinya. Akhirnya, beliau dilarikan keRumah Sakit Pusat Pertamina(RSPP). Dengan ditemani beberapa jaksa,namun tak lama kemudian beliau dikembalikan ke LP Cipinang, tempatnyaditahan sejak 20 Maret 2007.
Menurut pengakuannya, beliaumenderita penyakit jantung. Banyak kemiripan dengan penyakit yangsering diderita oleh para koruptor bila sudah disidang di pengadilan.Bahkan lewat pengacaranya, Widjanarko ngotot memohon agar dirawat inap,namun menurut pemeriksaan dokter hanya rawat jalan, akhirnyadikembalikan ke LP Cipinang. Kajari Jakarta selatan mengungkapkan bahwapemeriksaan seluruh tubuh dan syarafnya telah dilakukan, tapi tidakditemukan pendarahan atau sakit apapun. Karena hasil dokter membuktikandia sehat, maka langsung dibawa kembali ke LP.
Berhubungandengan koruptor dan penyakit ini, ada pengalaman yang sangatmenggelikan terjadi di awal tahun 2005 lalu. 12 mantan anggota DPRDBanyumas periode 1999-2004, tersangka korupsi APBD, beruntun jatuhsakit. Terlepas itu memang sakit benaran atau rekayasa, cerita initetap bisa menjadi bahan degalan di terminal ojek. Sakit koq berjamaah.Dan itu setelah ditahan sebagai tersangka kasus korupsi.
Dulu,saat kasusnya di-meja-hijau-kan, Abdullah Puteh pun sempat mengakusakit. Namun setelah diperiksa tim dokter KPK, dia dinyatakansehat-sehat saja. Ternyata buat seorang tersangka kasus penyelewenganuang negara, sakit pun sudah bisa diatur, bahkan kadang terkesandipaksakan.
Pengakuan sakit seorang terdakwa, khususnya kasuskorupsi, tidak boleh langsung dipercayai. "Bisa saja itu hanya trikuntuk memperlambat proses pengadilan", demikian seorang aktivisIndonesian Crruption Watch(ICW) Emerson Yuntho mengungkapkan. "Inisudah menjadi tren", ujarnya.
Jadi...., jangan heran seorangterdakwa kasus korupsi sering sakit-sakitan. Itu memang sudah trend.Artinya, para koruptor sudah berhasil menyandingkan 2 kata jadi serasi,korupsi dan sakit. (af@jkt, 22 Oktober 2007)
Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/44_612_2007_10
Komentar
Re: Koruptor & Penyakit
Oleh betty ( 23 November 2007 06:50:59 )
Oleh betty ( 23 November 2007 06:50:59 )
Benar, alasan sakit itu paling gampang. bahkan dari sekolah TK atau SD pun klo, ga masuk sekolah. ujung - ujungnya kalo ditanya" kemana kemarin,kok ga masuk?. pasti jawabnya "Sakit pak/ sakit bu". entah itu sakit kepala, sakit perut. ga enak badan atau yang lainnya. Bahkan sampai sekarang pun alasan sakit masih dipake sama orang-orang yang korup untuk memperlambat proses penyidikan. lucu banget ternyata kebiasaan sakit dari sekolah dibawa sampai tua sebagai alasan.
wahh...., kritis banget.. saya sangat setuju.. baguss. sy tunggu tulisan selanjutnya