Anda disini : TOP >> Politik & Ekonomi >> Perusak Keluarga
Perusak Keluarga
Entah apa yang mendorong Ardi Muhammad, seorang anggota Komisi III DPR, menyebut KPK  sebagai Komisi Perusak Keluarga, hanya Ardi sendiri yang tahu pasti. Namun memang sangat disayangkan, karena pernyataan itu keluar tatkala Komisi III tengah mengadakan rapat dengar pendapat dengan KPK. "Gak pantas hal tersbut diungkapkan oleh seorang anggota Dewan yang terhormat", demikian Emerson Yuntho mengungkapkan pendapatnya kepada detikcom, Kamis 11 September 2008.

Kehebohan terakhir yang diusut oleh KPK berkaitan dengan Badan wakil rakyat tersebut adalah masalah aliran 400 cheque kepada 41 anggota komisi IX DPR periode 1999-2004. Skandal suap pejabat Bank Indonesia yang konon melibatkan puluhan anggota Dewan ini seakan melengkapi anggapan masyarakat bahwa memang DPR itu adalah sarangnya koruptor. Sebagai masyarakat awam, saya seperti mendapat keyakinan, bahwa justru orang bersih yang susah dicari di instansi tempat kumpulnya para penyambung suara rakyat tersebut.

Dari kasus politisi muda PPP, Al Amin Nasution, Yahya Zaini dari Golkar, hingga skandal moral bejat seorang pria ubanan anggota fraksi PDIP, Max Moein, dan diperkirakan masih banyak lagi kasus lainnya, baik yang terang-terangan maupun yang berhasil tertutupi. Rakyat seakan sudah tidak punya tempat berpijak lagi. Dan mereka, khususnya anggota dewan ini seperti pada lupa diri bahwa yang mendudukkan mereka di kursi empuk itu adalah rakyat. Bagaimana rakya tidak merasa terkhianati?

"Perusak Keluarga", sebagaimana diungkapkan Ardi tersebut, memang sedikit banyak ada benarnya. Keretakan keluarga Al Amin dengan penyanyi Kristina seakan tambah berkeping-keping setelah skandalnya masuk ke meja instansi tersebut. Dan masih banyak lagi yang lain. Sekali lagi, pernyataan Ardi tersebut memang ada benarnya.

Masalah akan muncul bila yang mengungkapkan pernyataan itu adalah mereka yang berpeluang menjadi "nasabah" berikutnya. Terkesan ada keresahan yang nampak. Rasa ketar-ketir agar boroknya tidak terungkap seakan menyelimuti jiwanya sehingga spontan kata-kata yang mendapat kecaman banyak kalangan itu pun keceplosan keluar dari mulutnya.

Iyah..., saya melihat ada keresahan yang mendera para wakil rakyat yang berkursi di senayan sana. Keresahan karena takut skandalnya sendiri terbongkar. Keresahan jangan-jangan anggota DPR yang sementara menjadi pasien KPK berhasil menyeretnya ke dalam lingkaran panas itu. Atau minimal, keresahan karena berkurangnya lahan garapan yang cendrerung hitam, dikarenakan makin meluasnya tangan KPK ke depan.

Kalau memang itu alasannya, secara pribadi saya justru memohon kepada KPK, "Rusaklah semua keluarga mereka", karena mereka telah merusak bukan cuman sebatas ukuran keluarga, melainkan seluruh rakyat di republik ini. Semoga mereka sadar bahwa mereka duduk di situ karena 'bantuan' rakyat.

Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/44_1128_2008_09

Komentar
Tulis Komentar Anda disini

Judul

Nama Anda

Website




Masukkan kode verifikasi