Anda disini : TOP >> Dunia Kerja >> Pengembangan Diri
Pengembangan Diri
Bagi jiwa yang selalu ingin maju, pengembangan diri merupakan salah satu syarat utama yang tidak bisa tidak dilewati.

Dalam pengembangan diri sendiri sering kali kita dituntut untuk rela berkorban ,menginvestasikan materi ataupun waktu sendiri. Bisa berupa mengikuti seminar-seminar dalam bidang yang ingin dikembangkan. Atau membeli buku-buku sebagai bahan referensi pengembangan diri. Hal-hal tersebut yang berhubungan dengan pengorbanan untuk mengembangkan diri, sering disebut seft investment. Pengorbanan tersebut sebetulnya adalah wujud sebuah investasi, ada harapan meraup sebuah keuntungan yang lebih besar tentunya.

Iyah..., keuntungan yang lebih besar. Karena memang begitulah wujud sesuatu yang namanya investasi. Bukan sebuah sumbangan yang hanya mengharap balasan di hari akhirat kelak. Namun banyak orang, terutama di negara-negara berkembang menuju miskin yang tiak menyadari semua itu. Padahal, individu yang sadar dan bisa melakukan self-investment ini sudah pasti akan lebih berkembang, atau minimal bisa meng-akselarasi perkembangan dirinya.

Melakukan pengembangan diri, satu-satunya jalan untuk memberikan nilai beda dibanding orang-orang sekeliling. Namun hampir semua orang lebih memilih meng-konsumsi pemasukannya untuk sebuah kesenangan. Hal ini diakibatkan naluri manusia yang pengen potong kompas, bersenang-senang secepat mungkin. Sehingga kepentingan lebih besar dalam jangka panjang sering terabaikan. Belum lagi, seperti layaknya investasi yang lain, self-investment lebih cenderung tidak menampakkan hasil dalam jangka pendek.

Anda menginvestasikan waktu dan materi untuk pengembangan diri, memang tidak memberikan jaminan bahwa anda akan segera merasakan hasilnya. Sekali lagi karena hal ini lebih ke sebuah investasi jangka panjang. Menonton empat mata pasti lebih menyenangkan daripada belajar. Membeli aksesoris kesukaan, bisa dirasakan secara langsung. Sementara menggunakan waktu dan materi tersebut ke arah seft-investment untuk jangka pendek lebih terlihat menghambat diri untuk menikmati hidup.

Rata-rata begitulah jiwa 'potong kompas' manusia pada umumnya. Hanya niat dan kesadaran yang tinggi yang bisa mengarahkan kepada langkah untuk menempuh jalur self-investment. Terlalu banyak godaan dan gangguan serta iming-iming jangka pendek yang menjadi penghalangnya. Akan tetapi, khusus orang-orang yang sadar akan hal tersebut hampir pasti punya nilai lebih dari orang-orang sekelilingnya. Tidak percaya? Silakan amati orang-orang di sekeliling anda.

Jadi pilih mana? Makan mangga hari ini, atau membeli bibit mangga lalu dengan telaten dan sabar menanam dan merawatnya di pekarangan rumah anda, dengan resiko air liur anda akan mengalir meihat orang-orang sekeliling menikmati enaknya mangga? Semua pilihan terserah anda. Wong hidup ini sendiri adalah sebuah pilihan. :)

Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/44_1496_2009_02

Komentar
Re: Pengembangan Diri
Oleh handi ( 23 Februari 2009 08:00:49 )
nice article pak ..
Re: Pengembangan Diri
Oleh Han ( 31 Maret 2009 11:27:48 )
perlu fokus juga..
Tulis Komentar Anda disini

Judul

Nama Anda

Website




Masukkan kode verifikasi